Sentra Automotive — Payroll Module¶
Overview¶
Sistem komisi mekanik dirancang transparan untuk memotivasi mekanik berprestasi tinggi dan mendeteksi performa kerja bay secara adil. Model payroll adalah pay-per-job (bukan per jam kerja) — mekanik dibayar berdasarkan jumlah dan kompleksitas pekerjaan yang diselesaikan.
13.1 Flat Rate & Percentage Commission Formula¶
$$\text{Take Home Pay (THP) Mekanik} = \text{Gaji Pokok} + \sum(\text{Jasa Kerja Sesi}) + \sum(\text{Komisi Upselling Sparepart}) + \text{Bonus Target Bulanan} - \text{Potongan PPh 21} - \text{Quality Penalty}$$
Komponen Komisi¶
| Komponen | Basis | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Jasa Kerja Servis | Per job item SERVICE_LABOR |
35% dari nilai jasa di SPK | Misal: jasa tune-up Rp 100.000 → mekanik dapat Rp 35.000 |
| Upselling Sparepart Incentive | Per sparepart yang berhasil ditawarkan & disetujui customer | 1.5% dari margin penjualan sparepart | Memicu mekanik memeriksa keausan komponen secara detail |
| Bonus Target Bulanan | Tercapainya KPI jumlah SPK diselesaikan per bulan | Nominal ditetapkan Owner per cabang | Opsional, dikonfigurasi di panel Owner |
| Quality Penalty Deduction | Per SPK rework yang dikembalikan dalam < 7 hari | Dipotong 100% komisi job item yang salah | Langsung dipotong dari akumulasi komisi bulanan |
Contoh Kalkulasi Slip Gaji Mekanik¶
Nama Mekanik : Rian Sutarno
Periode : Mei 2026
Gaji Pokok : Rp 2.500.000
Jasa Servis :
- Tune Up Avanza (x3) : 3 × Rp 35.000 = Rp 105.000
- Ganti Kampas Rem (x5) : 5 × Rp 28.000 = Rp 140.000
- Servis AC (x2) : 2 × Rp 52.500 = Rp 105.000
Total Jasa : Rp 350.000
Upselling Bonus:
- Oli Tambahan Disetujui : 1.5% × Rp 95.000 = Rp 1.425
Quality Penalty:
- Rework Shockbreaker (SA komplain) : -Rp 35.000
Penghasilan Bruto: Rp 2.500.000 + Rp 350.000 + Rp 1.425 - Rp 35.000 = Rp 2.816.425
PPh 21 (DPP = 50% bruto):
DPP = 50% × Rp 2.816.425 = Rp 1.408.213
Tarif 5% (s.d. Rp 60 jt/tahun): Rp 1.408.213 × 5% / 12 = Rp 5.868
Potongan PPh 21: Rp 5.868
Take Home Pay: Rp 2.816.425 - Rp 5.868 = Rp 2.810.557
13.2 PPh 21 Tax Deduction Logic (Indonesian Regulation)¶
Sesuai aturan perpajakan bagi tenaga kerja lepas bukan pegawai (mekanik komisi):
- DPP (Dasar Pengenaan Pajak) dihitung sebesar 50% dari total penghasilan bruto komisi bulanan.
- Dikenakan tarif PPh Pasal 17 progresif (Tier 1: 5% untuk penghasilan kena pajak hingga Rp 60 juta/tahun).
- Pemotongan pajak dihitung dan disetorkan otomatis oleh sistem keuangan pusat setiap akhir bulan.
Sumber Data Payroll¶
Semua kalkulasi komisi bersumber dari tabel mechanic_commissions yang terhubung ke job_items — bukan dari input manual. Ini menjamin:
- Transparansi: Mekanik dapat melihat rincian komisi per job item di aplikasi workbay.
- Anti-Manipulasi: Nilai jasa mekanik tidak bisa diubah kasir tanpa PIN supervisor.
- Audit Trail: Setiap perubahan nilai komisi tercatat di
audit_logsdengan diff JSON.