Lewati ke isi

Sentra Healthcare — Overview

1. Product Requirements Document (PRD)

1.1 Context & Business Goals

Dalam ekosistem kesehatan Indonesia, Rekam Medis Elektronik (RME) telah bergeser dari sekadar inovasi operasional menjadi mandat regulasi nasional sejak diterbitkannya Permenkes RI No. 24/2022, yang mengharuskan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terintegrasi ke platform SatuSehat Kemenkes secara nasional.

SentraClinic EMR adalah sebuah sistem manajemen klinik multi-cabang terintegrasi (EMR Lite & POS) yang dirancang untuk klinik umum, klinik gigi, klinik kecantikan/spesialis, apotek mandiri, dan laboratorium mini di Indonesia. Sistem ini bertujuan untuk:

  • Menghilangkan friksi administrasi pendaftaran & waktu tunggu antrean.
  • Menyediakan rekam medis yang terenkripsi, terstruktur, dan legally compliant sesuai Permenkes 24/2022.
  • Mengotomatisasi rekonsiliasi klaim BPJS Kesehatan & asuransi swasta.
  • Mengelola stok obat dengan akurasi tinggi (mencegah expired dan kebocoran stok).
  • Menghitung jasa medis (split fee) dokter dan perawat secara transparan dan otomatis per tindakan.

1.2 Scope of the System

Sistem mencakup operasional harian Front-Office dan Back-Office klinik:

Komponen Deskripsi
Front-Office Registrasi pasien (online/walk-in), validasi kartu BPJS/NIK, pengelolaan antrean poli secara realtime, billing pembayaran (Cash, Debit, QRIS, BPJS, Asuransi)
Back-Office (Clinical) Pemeriksaan vital sign oleh perawat, modul konsultasi EMR berbasis SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan), katalog diagnosa ICD-10 dan tindakan ICD-9-CM, odontogram gigi, e-prescribing, order lab
Pharmacy & Inventory Penerimaan resep elektronik, peracikan obat (compounding), manajemen stok obat berbasis Batch & Expired Date dengan metode FEFO (First Expired, First Out), pembuatan Purchase Order (PO)
Integration Engine Modul bridging API SatuSehat Kemenkes (HL7 FHIR R4) dan BPJS Kesehatan (PCare untuk Klinik Pratama/FKTP, VClaim untuk Klinik Utama/FKRTL)
Finance & Payroll Pembagian jasa medis (commission splitting) per tindakan dan konsultasi dokter, perhitungan pajak PPh 21 jasa medis, pelaporan laba-rugi operasional klinik

1.3 User Personas

Role Primary Goals & Critical Needs Pain Points
Pasien (Patient) Booking antrean mudah, estimasi waktu tunggu akurat, riwayat medis mudah diakses Antrean fisik membludak, resep obat lama disiapkan, riwayat alergi sering terabaikan
Frontdesk / Kasir Registrasi cepat (auto-NIK), pembagian antrean poli tepat, billing multi-metode akurat Double input data pasien, selisih kas harian, lamanya validasi kelayakan BPJS
Perawat (Triage Officer) Input vital sign (tensi, suhu, SpO2) cepat, anamnesa awal terintegrasi langsung ke EMR dokter Input data berulang-ulang dari kertas ke sistem jadul, antrean menumpuk di area vital sign
Dokter (Clinician) Akses riwayat SOAP pasien secara kilat, penulisan diagnosa ICD-10 auto-complete, e-prescribing cepat Sistem RME yang lambat, UI kompleks yang memakan waktu tatap muka dengan pasien
Apoteker (Pharmacist) Validasi resep digital instan, penyiapan obat racikan akurat, pengeluaran stok otomatis berbasis batch Tulisan resep dokter tidak terbaca, selisih stok obat fisik dengan sistem, obat kadaluwarsa tidak terdeteksi
Pemilik Klinik (Owner) Pemantauan profitabilitas real-time, audit trail keuangan anti-fraud, laporan performa dokter Sulit memantau performa cabang jarak jauh, kebocoran keuangan pada billing tindakan dokter

1.4 Key Non-Functional Requirements

  • High Availability (99.9%): Sistem harus tetap aktif 24/7. Selama jam operasional klinik, kegagalan sistem berarti terhambatnya pelayanan darurat.
  • Offline-First Resilience: Jika internet mati, terminal lokal harus tetap dapat menerima pendaftaran, mencatat SOAP EMR dasar, dan mengeluarkan resep lokal melalui database SQLite terenkripsi di server edge lokal klinik, yang kemudian disinkronisasikan ke AWS Cloud begitu koneksi pulih.
  • Compliance & Privacy: Enkripsi data medis sensitif (AES-256 pada tingkat kolom database), autentikasi Multi-Factor (MFA), dan audit trail yang mencatat setiap akses read, create, update data pasien sesuai mandat UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP No. 27/2022) dan Permenkes 24/2022.
  • RME Immutability: Rekam medis yang telah ditandatangani dokter secara digital (BSrE) tidak dapat dimodifikasi secara sembarang. Setiap koreksi harus melalui mekanisme Addendum audit-trail.

1.5 Success Metrics

  • SLA Pendaftaran Pasien: < 3 menit per pasien baru (termasuk verifikasi BPJS).
  • Waktu Tunggu Antrean: Mengurangi waktu tunggu rata-rata pasien di klinik sebesar 40%.
  • Zero Medication Error: 0% kesalahan pembacaan resep berkat e-prescribing terintegrasi.
  • On-Time SatuSehat Sync: 100% data encounter terkirim ke IHS SatuSehat dalam waktu < 24 jam.
  • Apothecary Shrinkage: Kehilangan/selisih stok obat berkurang hingga < 0.5%.

2. Business Flow

Alur bisnis SentraClinic EMR mencakup seluruh alur perjalanan pasien, dari pra-kedatangan hingga pasca-kunjungan, yang terintegrasi erat dengan modul apotek dan penagihan asuransi/BPJS.

2.1 High-Level Patient Journey Flowchart

graph TD
    A[Pasien Datang / Booking Online] --> B{Verifikasi Pasien}
    B -- Pasien Baru --> C[Registrasi & Input NIK / IHS ID]
    B -- Pasien Lama --> D[Pencarian Nomor RM / NIK]
    C --> E[Pilih Poli & Metode Bayar Cash/Asuransi/BPJS]
    D --> E
    E --> F[Ambil Nomor Antrean Poli]
    F --> G[Triage & Vital Sign oleh Perawat]
    G --> H[Menunggu di Ruang Tunggu Poli]
    H --> I[Pemeriksaan Medis oleh Dokter — SOAP & ICD-10]
    I --> J{Apakah Perlu Tindakan / Lab?}
    J -- Ya --> K[Eksekusi Tindakan / Order Lab & Hasil Lab]
    J -- Tidak --> L[Pembuatan Resep Elektronik — e-Prescribing]
    K --> L
    L --> M[Apotek: Verifikasi Resep, Racik Obat, Dispensing FEFO]
    M --> N[Billing & Pembayaran: Split Jasa Medis + Cetak Kuitansi/Klaim BPJS]
    N --> O[SatuSehat Kemenkes Sync — BG Job]
    N --> P[Pasien Pulang / Ambil Obat]

2.2 Detailed Touchpoint Analysis

  1. Registrasi & Validasi: Frontdesk melakukan pemindaian KTP untuk mendapatkan NIK pasien. Sistem melakukan query ke API SatuSehat Kemenkes untuk mengambil IHS ID pasien secara otomatis guna mencegah duplikasi. Jika pasien memilih BPJS, sistem melakukan hit ke API PCare/VClaim BPJS untuk melakukan validasi eligibilitas kepesertaan (Rujukan aktif atau Faskes Tingkat 1 terdaftar).

  2. Triage & Vital Sign: Perawat memanggil pasien ke ruang pra-pemeriksaan. Hasil tensi darah, suhu tubuh, berat badan, tinggi badan, denyut nadi, dan saturasi oksigen dimasukkan langsung ke sistem. Status darurat ditandai dengan label Triage warna (Merah, Kuning, Hijau). Pasien dengan triage merah langsung melompati antrean biasa ke penanganan IGD.

  3. Konsultasi Dokter & RME: Dokter melihat visualisasi rekam medis masa lalu pasien secara kronologis. Dokter memasukkan catatan SOAP digital. Sistem menyediakan template SOAP per spesialisasi. Dokter menginput kode diagnosa primer & sekunder menggunakan standar ICD-10 (misal: Essential Hypertension — I10) serta kode tindakan dengan ICD-9-CM (misal: Dental Extraction — 23.09).

  4. Dispensasi Apotek: Resep yang dikirim oleh dokter muncul di dashboard Apotek secara real-time. Sistem secara otomatis memblokir (reserve) kuantitas stok obat dari Batch terdekat yang memiliki tanggal kadaluwarsa terdekat (FEFO). Jika obat merupakan racikan, apoteker memasukkan rincian komponen obat pembawa, bahan aktif, dan instruksi peracikan.

  5. Billing & Kasir: Billing menyatukan biaya pendaftaran, biaya tindakan dokter, biaya bahan habis pakai medis (BMHP), biaya obat, dan pemeriksaan laboratorium. Kasir memproses pembayaran. Jika terdapat jaminan asuransi, sistem menghitung bagian yang dicakup asuransi berdasarkan ketentuan polis yang terdaftar, dan pasien hanya membayar selisihnya (copayment). Sistem kasir secara otomatis mengalokasikan split-fee jasa medis ke saldo akun dokter masing-masing secara real-time.


3. Feature List

3.1 Patient Management

  • Registrasi Cepat terintegrasi Dukcapil (via SatuSehat API): Cukup masukkan NIK, data nama, tempat tanggal lahir, dan alamat akan terisi otomatis dari API SatuSehat IHS.
  • Unique Medical Record Auto-Generator: Menghasilkan Nomor Rekam Medis (RM) unik per klinik dengan format RM/YYYY/MM/##### dengan mekanisme penguncian konkurensi PostgreSQL (row-level locking).
  • Master Alergi & Kondisi Khusus: Profil pasien menampilkan tanda bahaya mencolok (banner alert) jika pasien memiliki alergi obat berkategori tinggi, hamil, atau mengidap hepatitis/HIV.

3.2 Queue & Appointment

  • Realtime Poli Queuing Display: Dashboard antrean poli menggunakan WebSockets untuk memanggil pasien secara audio-visual (suara text-to-speech otomatis).
  • Multi-Priority Triage Classifier: Staf perawat memilah status pasien: Gawat Darurat (langsung dilemparkan ke antrean teratas IGD), Prioritas Khusus (lansia > 65 tahun, bayi < 1 tahun mendapat percepatan nomor antrean), dan Umum.

3.3 Medical Record (EMR)

  • Smart SOAP Engine: Pengisian SOAP notes cepat dengan autocomplete diagnosa ICD-10 (14.000+ kode bawaan lokal) dan prosedur tindakan ICD-9-CM.
  • Digital Odontogram: Modul interaktif khusus klinik gigi untuk mewarnai kondisi mahkota, akar, tambalan, mahkota tiruan, dan kelainan gigi lainnya per gigi pasien dengan status historis ber-timestamp.
  • Secure EMR Locked Mechanism: Sesuai dengan Permenkes 24/2022, rekam medis dikunci secara kriptografis setelah dokter menandatangani dengan BSrE digital signature. Modifikasi setelahnya hanya bisa dilakukan melalui revisi terlampir (Addendum) bertanda tangan digital.

3.4 Pharmacy & Inventory

  • Real-time Batch FEFO Reservation: Sistem langsung memblokir stok obat secara FEFO pada saat resep diterbitkan oleh dokter, meminimalkan obat rusak karena tersimpan terlalu lama di gudang farmasi.
  • Compounding Recipe Management (Resep Racikan): Apoteker dapat menginput rasio pencampuran bahan baku dan melacak pemotongan stok untuk masing-masing obat penyusunnya.

3.5 Billing & Finance

  • Multi-source Split Payment Gateway: Mengakomodasi split payment dalam satu transaksi (misal: total biaya Rp 500.000 dibayar asuransi Rp 300.000, pasien membayar sisanya Rp 200.000 menggunakan QRIS).
  • BPJS Claim Ready API: Menyediakan jembatan integrasi langsung dengan BPJS Kesehatan PCare untuk pengiriman tagihan kapitasi/non-kapitasi Faskes tingkat pertama.