Lewati ke isi

Sentra F&B — Overview

Product Requirements (PRD)

1.1 Pendahuluan & Latar Belakang

Industri F&B (Food & Beverage) di Indonesia, mulai dari skala coffee shop lokal, cafe waralaba, hingga restoran multi-outlet kelas atas, memiliki dinamika operasional yang sangat intens. Masalah krusial seperti lambatnya koordinasi antara pelayan, kasir, dan dapur, kebocoran bahan baku (inventory leakage), ketidakakuratan perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) secara realtime, hingga manipulasi struk penipuan oleh kasir (void fraud) sering kali menggerus margin keuntungan yang tipis.

SentraF&B POS hadir sebagai solusi komprehensif, berupa sistem manajemen F&B terintegrasi hybrid offline-first yang menggabungkan fitur Smart Kitchen, visual Table Management, penghitungan inventaris otomatis tingkat bahan baku dasar, serta distribusi payroll, komisi, dan service charge secara otomatis.

1.2 Target Sektor Bisnis

Sistem dikonfigurasi secara fleksibel untuk mendukung berbagai model operasional F&B: - Cafe & Restoran (Dine-In): Table management, bill splitting/merging, pemesanan via QR Menu, Kitchen Display System (KDS). - Coffee Shop & Bakery: Transaksi fast order, modifier menu (misal: less sugar, extra oat milk), pelacakan inventaris bahan baku (biji kopi, tepung, mentega). - Cloud Kitchen: Integrasi multi-marketplace delivery (GoFood, GrabFood, ShopeeFood) dalam satu KDS terpusat. - Franchise / Multi-Outlet: Konsolidasi laporan omzet, audit transfer stok bahan baku antarcabang (outlet stock transfer), dan standardisasi resep terpusat.

1.3 Key Performance Indicators (KPI) Bisnis

Sistem didesain untuk mengukur dan mengoptimalkan metrik efisiensi berikut secara harian: - RevPASH (Revenue Per Available Seat Hour): Efektivitas kapasitas meja restoran menghasilkan omzet per jam. - Food Waste Cost Percentage: Rasio nilai bahan baku yang terbuang (waste) terhadap total nilai pembelian (Target: < 2.5%). - Average Serving Time: Rata-rata waktu yang dibutuhkan dari order dibuat hingga makanan disajikan ke meja (Target: < 15 menit untuk makanan utama, < 5 menit untuk minuman). - Table Turnaround Time: Rata-rata durasi meja digunakan oleh pelanggan dari check-in hingga check-out pembayaran bersih. - COGS / HPP Variance: Selisih HPP teoretis sistem berdasarkan resep vs HPP riil di lapangan (Target deviasi: < 1.5%).

1.4 Kepatuhan Regulasi & Lokalisasi F&B Indonesia

  • PB1 (Pajak Pembangunan 1) 10%: Perhitungan pajak restoran daerah secara otomatis di tingkat transaksi kasir.
  • Service Charge (Biaya Layanan): Skema pengenaan service charge (biasanya 5% s.d. 10%) sebelum pengenaan PB1 10%.
  • Sistem Pembayaran QRIS Dinamis: Penayangan QR code dinamis di layar POS atau cetakan bill sementara guna meminimalkan kesalahan input nominal oleh pelanggan.

Business Flow

2.1 Alur Bisnis Utama (Dine-In, KDS, s.d. Pembayaran)

Sistem SentraF&B mengikat seluruh proses pemesanan dari meja konsumen langsung menuju stasiun pengolahan makanan hingga kasir melakukan penutupan pembayaran.

graph TD
    A["Pelanggan Masuk"] -->|1. Seating & Buka Meja| B["Visual Table Map POS"]
    B -->|2. Input Order / QR Menu| C["Order Queue Engine"]
    C -->|3. Kirim Tiket Otomatis| D["Kitchen Display System - KDS"]
    D -->|Stasiun Makanan| D1["Kitchen Station"]
    D -->|Stasiun Minuman| D2["Bar Station"]
    D1 & D2 -->|4. Selesai Memasak| E["Ready to Serve - Runner Notification"]
    E -->|5. Makanan Disajikan| F["Served to Table"]
    F -->|6. Minta Billing| G["POS Kasir / Split & Merge Bill"]
    G -->|7. Settlement / QRIS / Tunai| H["Transaksi Selesai & Cetak Struk"]
    H -->|8. Potong Stok Bahan Baku| I["Realtime Ingredient Depletion Engine"]

2.2 Tantangan Bisnis F&B & Solusi Sistem

Masalah Riil Operasional Dampak Finansial Solusi yang Diterapkan di SentraF&B
Kasir Mengantongi Uang Tunai (Void Fraud) Kehilangan omzet tunai harian secara masif. Immutable Bill Printing: Transaksi yang telah dicetak bill sementaranya dikunci dan hanya bisa dibatalkan/diedit menggunakan PIN persetujuan Store Manager yang tercatat di audit log.
Bahan Baku Dicuri Staf (BOH Theft) HPP membengkak, kehabisan bahan secara misterius. Deduction & Waste Control: Pengurangan stok bahan baku terperinci secara realtime saat menu terjual. Setiap bahan rusak wajib diinput di modul Waste lengkap dengan alasan logis.
Dapur Lambat & Salah Kirim Pesanan Customer complaint, makanan dingin, rating jelek. Dynamic Kitchen Displays (KDS): Tiket order otomatis disalurkan ke layar stasiun masing-masing (makanan ke dapur, jus/kopi ke Bar). Pengingat visual (warna kuning/merah) menyala jika order melewati batas waktu saji standar.
Sinyal Internet Mati Saat Jam Sibuk Restoran macet total, antrean panjang di kasir. Hybrid Local Sync via SQLite: POS kasir dan layar KDS dapur berjalan mandiri di jaringan LAN lokal restoran menggunakan engine sinkronisasi lokal SQLite.

Feature List

8.1 Modul POS & Dine-in Layout

  • Visual Table Map Management: Meja divisualisasikan berupa denah restoran dinamis yang berubah warna sesuai status real-time (Meja Kosong, Sudah Memesan, Menunggu Makanan, Belum Bayar).
  • Advanced Table Consolidation:
  • Split Bill: Memisahkan tagihan berdasarkan nominal rata, item tertentu yang dipesan per orang, atau pembagian porsi kelompok.
  • Transfer Table: Memindahkan seluruh pesanan dari satu meja ke meja lain tanpa perlu mengulang input item.
  • Merge Table: Menggabungkan beberapa meja untuk grup rombongan besar.
  • Modifier Menu & Kustomisasi: Integrasi menu dengan pilihan wajib (e.g. varian ukuran) atau pilihan opsional (e.g. topping boba), lengkap dengan opsi catatan khusus (special notes) dari pelanggan yang otomatis diteruskan ke KDS dapur.

8.2 Kitchen Display System (KDS)

  • Multi-Station Smart Dispatcher: Otomatis membagi tiket pesanan. Menu "Nasi Goreng" langsung terlempar ke layar KDS stasiun Wok, sedangkan menu "Espresso" masuk ke layar KDS Bar Minuman.
  • Queue Age Visual Color Alert: Tiket pesanan akan berubah warna secara visual (Hijau -> Kuning pada menit ke-10 -> Merah menyala pada menit ke-15) untuk memperingatkan juru masak agar memprioritaskan pesanan yang terlambat.

8.3 Recipe & HPP Otomatis

  • BOM (Bill of Materials) Depletion Engine: Mengurangi stok bahan mentah di gudang seketika saat produk terjual. Contoh: Penjualan 1 cangkir Cappuccino memicu pemotongan stok otomatis sebesar 18 gram Coffee Beans, 150 ml Fresh Milk, dan 1 unit Paper Cup.
  • Waste & Spillage Management: Mengakomodasi pencatatan bahan baku yang terbuang karena kesalahan masak (burnt), basi, atau tumpah (spillage), sehingga selisih audit opname stok dapat terpantau.